DINAS PERKEBUNAAN
PROVINSI RIAU

PEKANBARU - Penetapan harga TBS Prov Riau No. 44 periode : , 09 s/d 15 Nov. 2016 umur 3 th (1.357,98); 4thn (1.515,43); 5thn (1.621,21); 6thn (1.669,80); 7thn (1.733,27); 8thn (1.787,37); 9thn (1...

Pekanbaru - Berdasarkan keputusan rapat tim penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit provinsi riau hari selasa, 01 November 2016, bertempat diruang rapat dinas perkebunan provinsi riau. Melalui pemb...

Pekanbaru - Acara Pisah Sambut Ketua Dharma Wanita di Dinas Perkebunan Provinsi Riau dilaksanakan pada Jumat (21/10/16) Pagi di Ruang Aula Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Acara ini dihadiri seluruh Ib...

Pekanbaru - Penetapan harga TBS Prov Riau No.41 periode 19 s/d 25 Oktober 2016 umur3 th (1.270,8j); 4thn (1.418,10); 5thn (1.517,03); 6thn (1.562,60); 7thn (1.621,97); 8thn (1.672,60); 9thn (1.72...

PEKANBARU - Penetapan harga TBS Prov Riau No.40 periode 12 s/d 18 Oktober 2016 umur3 th (1.295,64); 4thn (1.445,76); 5thn (1.546,63); 6thn (1.593,08); 7thn (1.653,60); 8thn (1.705,22); 9thn (1.76...

Pekanbaru - Penetapan harga TBS Prov Riau No.39 periode 05 s/d 11 Oktober 2016 umur3 th (1.393,91); 4thn (1.555,12); 5thn (1.663,49); 6thn (1.713,73); 7thn (1.778,75); 8thn (1.834,29); 9thn (1.89...

 Pekanbaru - Penetapan harga TBS Prov Riau No. 38 periode 28 Sept s/d 04 Oktober 2016 umur3 th (1.491,00); 4thn (1.663,57); 5thn (1.779,56); 6thn (1.833,18); 7thn (1.902,77); 8thn (1.962,18)...

 PEKANBARU - Penetapan harga TBS Prov Riau No. 37 periode 21 s/d 27 September 2016 umur3 th (1.448,50); 4thn (1.616,04); 5thn (1.728,66); 6thn (1.780,85); 7thn (1.848,43); 8thn (1.906,15); 9...

PEKANBARU - Penetapan harga TBS Prov Riau No. 36 periode 14 s/d 20 September 2016 umur3 th (1.499,58); 4thn (1.637,07); 5thn (1.789,70); 6thn (1.843,68); 7thn (1.913,65); 8thn (1.973,41); 9thn (2...

Penetapan harga TBS Prov Riau No. 35 periode 07 s/d 13 September 2016 umur3 th (1.504,60); 4thn (1.678,80); 5thn (1.795,88); 6thn (1.849,93); 7thn (1.920,18); 8thn (1.98,13); 9thn (2.044,48); 10thn_20...

Penetapan harga TBS Prov Riau No. 34 periode 31 Agustus s/d 6 September 2016 umur3 th (1.515,94); 4thn (1.691,56); 5thn (1.809,57); 6thn (1.863,95); 7thn (1.934,75); 8thn (1.995,15); 9thn (2.059,93); ...

Pekanbaru - Penetapan harga TBS Prov Riau No. 33 periode 24 s/d 30 Agus 2016 umur3 th (1.477,53); 4thn (1.648,82); 5thn (1.763,90); 6thn (1.816,79); 7thn (1.885,84); 8thn (1.944,70); 9thn (2.007,...

Home » Artikel Umum » Pasar Karet Jangan Bergantung Pada Eskpor

Pasar Karet Jangan Bergantung Pada Eskpor

  • Kategori : Artikel Umum
  • Tanggal : 2016-07-20
  • Penulis : admin
  • Dilihat : 2310 kali

PEKANBARU-Dalam kurun waktu satu (1) tahun terakhir karet mengalami penurunan harga yang signifikan. Pada tahun 2013, harga karet berada pada posisi Rp 13.000-15.000 per kilogramnya. Namun pada tahun 2014 ini harga karet menurun tajam hinga Rp 5.000-7.000 per kilogramnya. Penurunan tajam ini disebabkan oleh menurunnya permintaan karet dunia kepada Indonesia. Untuk itu diperlukan sebuah langkah cepat dari pemerintah terutama pusat untuk membuat sebuah regulasi khusus untuk hilirisasi produk karet. Dimana, dengan hilirisasi karet ini, Indonesia tidak lagi dikenal sebagai negara penghasil karet alam namun juga dikenal sebagai negara penghasil produk berbahan dasar karet.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kadisbun Riau, Drs. H Zulher MS, saat dihubungi Ahad (9/11) siang. Zulher secara jelas menyatakan nasib petani karet diseluruh Indonesia bergantung kepada kebijakan pemerintah pusat untuk hilirisasi. Dengan hilirisasi, maka nilai jual karet rakyat akan terus terangkat.

Zulher menerangkan bahwa penyebab jatuhnya harga karet disebabkan oleh beberapa faktor yaitu triangle penghasil karet yaitu Indonesia,  Malaysia dan Thailand bukan lagi yang terbesar. Namun saat ini negara seperti Brazil, Cina, Vietnam, Beberapa negara latin dan afrika telah memiliki cadangan karet untuk ekspor sehingga menyebabkan perdagangan karet mengalami persaingan yang ketat. Apalagi Tiongkok telah menurunkan nilai impor karetnya dari Indonesia karena telah memiliki basis produksi tersendiri. penyebab selanjutnya adalah permintaan karet alam yang semakin menurun karena telah tergerus oleh karet sintetis (buatan). Dimana, beberapa dekade sebelumnya karet sintetis hanya dijadikan sebagai bahan campuran karet alam namun sekarang hal itu terbalik dengan karet alam sebagai pencampur karet sintetis dalam produksi suatu produk berbahan dasar karet. Disamping itu ada beberapa alasan lainnya yaitu Perlambatan ekonomi dunia, kualitas karet kita yang kalah saing dengan karet negara lain ataupun yang lainnya.

“Faktor tersebut menyebabkan karet kita tidak laku di pasar global. Apalagi hingga kini, kita belum bisa meningkatkan kualitas karet yang kita hasilkan yang sesuai dengan standar pasar global. Solusi yang tepat mengatasi penurunan harga ini, maka sebaiknya pemerintah pusat segera membuat sebuah regulasi khusus tentang hilirasi karet maupun mendorong swasta untuk melirik industri berbahan dasar karet seperti ban, sepatu, ataupun yang lainnya. Kita tidak lagi menjual karet alam namun kita menjual ke pasar dunia produk olahan karet. Dengan adanya langkah ini maka nilai jual produk kita akan semakin kuat dan petani kita akan diselamatkan”ujar Zulher.

Ditanya tentang langkah yang telah dilakukan oleh Disbun Riau untuk mengatasi gejolak penurunan harga karet ini, menurutnya Disbun Riau telah berbuat sesuai dengan Tupoksinya yaitu program perbaikan kualitas karet. Diantara programnya yaitu pemberantasan/penggantian bibit palsu, peremajaan kebun karet rakyat yang tidak mampu, perbaikan jalan produksi, mengatas hama/penyakit, membantu petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, bimbingan/penyuluhan ataupun yang  lainnya.

“Kami dibatasi oleh tupoksi dan anggaran. Tidak semua kebun karet rakyat yang bisa kita remajakan atau kita bantu. Kita berharap pemahaman petani untuk memiliki kebun yang berkualitas terus meningkat, karena bagaimanapun kebun karet bagi petani kita itu merupakan sumber utama penghasilan keluarga. Dan tentunya kesadaran merekalah yang sangat kita perlukan” ujar Zulher.


Ispo Untuk Perkebunan Rakyat Disosialisasikan...Perusahaan Harus Bantu Ispo Petani Swadaya...


Copyright © 2014-2016 Dinas Perkebunan Provinsi Riau - Versi 2.5
Alamat : Jl. Cut Nyak Dien No.6 Pekanbaru, Telp/Fax. 0761-47153 Email: disbun@riau.go.id, disbun.riau@gmail.com